pondok lansia

Khidmat Muslimat Adakan Pondok Ramadhan untuk Lansia

Blitar — Sebanyak 52 janda lansia mengikuti pondok Ramadhan di Masjid Mustajabud Daawaad di Dusun Bendelonje Desa Kendalrejo, Talun. Puluhan janda dari berbagai daerah itu mengikuti pondok Ramadhan selama 10 hari tanpa ditarik biaya, dengan melakukan beragam kegiatan.

Dimulai pukul 02.30 wib, peserta diajak melaksanakan qiyamul lail atau ibadah yang dilakukan malam hari. Dilanjutkan shalat subuh berjamaah lalu melakukan senam dan istirahat pukul 09.30 wib.
“Memang kegiatan ini dikhususkan untuk lansia yang sudah janda. Selain mereka relatif lebih punya banyak waktu, di usia seperti itu kondisi psikis juga membutuhkan lebih banyak bimbingan rohani karena rentan pikun atau emosional,” kata Kepala Dusun Bendelonje, Ghufron Daroini kepada detikcom di lokasi pondok.

Dia mengaku kegiatan ini diprakarsai sesepuh Muslimat NU di Talun-Blitar, Hj. Handayah. Dan pengurus kegiatan ini harus memiliki kesabaran ekstra karena jamaah pondok lansia janda ini rata-rata berusia hampir 60 tahun.
Ghufron Daroini menjelaskan, kegiatan kembali dilakukan pukul 10.30 wib. Peserta mengikuti pengajian hingga pukul 14.30 WIB. Lalu istirahat kembali hingga menjelang ashar dan diteruskan buka puasa bersama dan istirahat lagi pukul 21.00 wib.

Salah satu peserta dari Kec Selopuro, Sayatun (67) mengaku dirinya ikut kegiatan ini sebanyak tujuh kali.
“Saya minta anak saya ngantar ke sini buat ikut ngaji. Seneng bisa bertemu teman seumuran, bisa ngaji bareng, guyon bareng sampai senam bareng. Pokoknya saya mesti nunggu kegiatan ini tiap bulan Ramadhan,” ungkap Sayatun.

Sementara salah seorang pengurus, Sri Banun mengaku pondok Ramadhan bagi lansia ini rutin dilakukan sejak tahun 2008. Dan kegiatan ini sangat membutuhkan kesabaran ekstra. Sebab selain sudah lansia.
“Ada yang sudah pikun, paling sepuh usia 89 tahun. Ada yang sering kepleset waktu jalan, jadi kami memang mengawasi terus-menerus dan harus sabar menuntun satu per satu,” jelas Sri Banun.

Sri mengaku, untuk melaksanakan kegiatan bagia lansia janda ini, pihaknya tidak menyiapkan dana khusus.
“Kami hanya berniat, mengajak janda yang sepuh untuk lebih husnul khatimah. Alhamdulillah sebelum kegiatan dibuka, sudah banyak petani sekitar sini yang mengantarkan beras, sayuran sampai lauk untuk konsumsi peserta. Bahkan tiap pagi pasti ada warga sekitar yang mengantarkan bahan makanan bagi peserta,” terang Sri.

Karena jumlah peserta dari tahun ke tahun makin bertambah, pihaknya hanya membatasi peserta 52 orang. (detik/s@if)